Meski Bersahabat dengan Rusia, Turki Disebut-sebut Pasok Ukraina dengan Bom Terlarang

Ahmad Islamy Jamil
Bagian dari amunisi bom curah terlihat di Desa Shevchenkove, Mykolaiv, Ukraina, pada Agustus lalu. (Foto: Reuters)

“Ini menunjukkan betapa Turki tak hanya bersahabat dengan Rusia dalam beberapa hal, tetapi juga menjadi pendukung yang sangat penting bagi militer Ukraina,” ujar sumber yang menolak disebutkan namanya itu.

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina. 

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khususnya adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Sebagai tanggapan atas agresi militer Rusia itu, negara-negara Barat menjatuhkan beragam sanksi terhadap Moskow.

Tak hanya itu, Amerika Serikat dan sekutunya juga terus memasok Ukraina dengan berbagai macam senjata. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berulang kali mengingatkan bahwa pasokan senjata untuk Ukraina akan menjadi sasaran serangan yang sah bagi Rusia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

57 tahun lalu

Kuwait Tegaskan Tak Izinkan Negara Mana pun Gunakan Wilayahnya Serang Iran

57 tahun lalu

Trump: Pemimpin Iran Mojtaba Terlibat Langsung dalam Perundingan Damai dengan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal