WASHINGTON DC, iNews.id – Turki disebut-sebut telah memasok Ukraina dengan bom curah yang ditembakkan dengan senjata artileri rancangan AS sejak November 2022. Hal itu terungkap lewat laporan Foreign Policy, dengan mengutip sejumlah mantan pejabat AS dan Uni Eropa.
Menurut laporan media itu, amunisi dari era Perang Dingin tersebut menjadi salah satu senjata kontroversial yang digunakan Ukraina dalam konflik dengan Rusia di medan perang.
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
Bom curah atau bom tandan dirancang untuk menghancurkan tank dengan terpecah menjadi submunisi yang lebih kecil. Bom jenis itu dapat bertahan di medan perang selama bertahun-tahun jika gagal meledak setelah dilepaskan. Setiap bom dapat menyebarkan sekitar 88 bom yang lebih kecil.
Penggunaan bom curah di medan perang dilarang oleh Konvensi Jenewa. Sebab, daya rusak bom itu termasuk biadab.
21.000 Tentara Chechnya Disebut Turut Ambil Bagian dalam Operasi Militer Rusia di Ukraina
“Setelah Amerika Serikat menolak akses (Ukraina) ke amunisi tandan, Turki adalah satu-satunya tempat mereka bisa mendapatkannya,” kata seorang sumber kepada Foreign Policy.