Selain mengecam retorika Ben Gvir, Rusia juga menyoroti laporan bahwa Israel mendanai kelompok-kelompok bersenjata Palestina tertentu untuk melawan Hamas. Menurut Nebenzia, tindakan semacam itu bisa menciptakan dinamika baru yang sangat berbahaya di Jalur Gaza.
Moskow Desak Israel Tahan Diri
Rusia mendesak semua pihak, khususnya Israel, untuk menahan diri dari tindakan provokatif yang dapat membatalkan momentum gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober.
Nebenzia menegaskan stabilitas di Gaza hanya dapat tercapai bila kedua pihak melaksanakan perjanjian gencatan senjata dengan iktikad baik, bukan dengan retorika ekstrem atau langkah-langkah yang memicu fragmentasi internal Palestina.
Dukungan Rusia terhadap Pasukan Stabilisasi Internasional
Meski memilih abstain dalam voting resolusi pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk Gaza, Rusia mengatakan pihaknya percaya ISF dapat efektif jika bekerja sama dengan Pemerintah Otoritas Palestina.
Resolusi sponsor AS tersebut disetujui 13 dari 15 anggota DK PBB, sementara Rusia dan China abstain namun tidak memveto. ISF akan bertugas selama 2 tahun untuk mengamankan perbatasan, melindungi warga sipil, mengawasi distribusi bantuan, serta melatih kembali aparat keamanan Palestina.
Presiden AS Donald Trump bahkan menyampaikan terima kasih kepada Rusia dan China karena tidak menggagalkan pembentukan ISF.