Kecaman keras tersebut berkaitan dengan serangan Israel ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026) yang dalam 2 hari menewaskan lebih dari 300 orang serta melukai sekitar 1.100 lainnya. Serangan itu memperparah situasi kemanusiaan di kawasan yang sebelumnya sudah dilanda konflik berkepanjangan.
Pernyataan Asif juga menyinggung agresi Israel di Jalur Gaza yang sebelumnya telah menewaskan lebih dari 70.000 orang dalam 2 tahun. Sementara itu serangan gabungan AS-Israel ke Iran sejak 28 Februari menewaskan lebih dari 2.000 orang.
Dia menilai rangkaian serangan tersebut menunjukkan pola kekerasan sistematis yang terus meluas di Timur Tengah.
Polemik ini terjadi di tengah upaya diplomasi yang sedang berlangsung, di mana Pakistan menjadi tuan rumah sekaligus mediator perundingan damai antara AS dan Iran. Islamabad berharap perundingan tersebut dapat meredakan konflik yang semakin meluas.
Pakistan dan Iran sebelumnya menegaskan bahwa Lebanon seharusnya masuk dalam kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Presiden AS Donald Trump. Namun, klaim itu dibantah oleh pihak AS dan Israel, sehingga memicu ketegangan baru di tengah proses negosiasi.