Ini Alasan AS Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai Konflik dengan Iran, bukan Turki

Anton Suhartono
AS menganggap Pakistan lebih netral serta memiliki peluang lebih besar diterima oleh Iran dalam proses negosiasi damai (Foto: Anadolu)

LONDON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkap alasan di balik penunjukan Pakistan sebagai mediator perdamaian dengan Iran. Padahal beberapa negara lain yang juga memiliki hubungan dekat dengan Iran, seperti Turki, menawarkan diri untuk memfasilitasi perundingan.

Seorang sumber pejabat Gedung Putih mengatakan kepada surat kabar Inggris, Financial Times (FT), keputusan ini diambil karena Pakistan dinilai lebih netral serta memiliki peluang lebih besar diterima oleh Teheran dalam proses negosiasi damai. Seperti diketahui, Pakistan juga memiliki hubungan dengan dekat dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Selain faktor netralitas, kedekatan geografis Pakistan sebagai negara tetangga Iran juga menjadi pertimbangan penting. Washington menilai posisi tersebut membuat Islamabad lebih memahami dinamika kawasan dan memiliki jalur komunikasi yang lebih efektif dengan pemerintah Iran dibandingkan Turki.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi diplomasi senyap yang dijalankan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam mendorong tercapainya gencatan senjata. Di balik pernyataan kerasnya ke publik, pemerintahan Trump ternyata telah bekerja di balik layar selama beberapa pekan untuk menghentikan konflik.

Surat kabar Financial Times melaporkan, inisiatif gencatan senjata selama dua pekan sebagian besar didorong oleh Washington. Bahkan, Trump disebut sudah menginginkan penghentian konflik sejak 21 Maret, meski pada saat yang sama terus melontarkan ancaman keras terhadap Iran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 jam lalu

Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak

9 jam lalu

AS Keluarkan Peringatan Global Buntut Perang Lawan Iran: Perkembangannya Bisa Tak Terduga

15 jam lalu

Balas Dendam, Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain

16 jam lalu

Trump Dilaporkan Akan Umumkan Tarif Baru untuk 60 Negara, Besarannya 10-12,5%

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal