“Hari ini akhirnya ayah kami pulang,” kata Keiko melalui di depan pintu rumahnya, tempat ayahnya diperkirakan akan tinggal menghabiskan sisa hidupnya.
“Tidak ada kebencian atau dendam di hatiku, yang ada hanyalah rasa syukur,” ujarnya.
Ketika Fujimori meninggalkan penjara, tayangan TV lokal menunjukkan kerumunan pendukung bersorak dan mendorong mobilnya ketika mencoba meninggalkan lokasi penjara di pinggiran Ibu Kota Lima.
“Sudah waktunya ketidakadilan terhadap Fujimori berakhir, berkat dia negara kita bisa bangkit kembali,” kata Catalina Ponce, seorang pendukung Fujimori yang menunggu di luar penjara, sehari sebelumnya.
Pendukung Fujimori yakin dia menyelamatkan Peru dari terorisme dan keruntuhan ekonomi. Namun, para kritikus mengatakan dia menyalahgunakan demokrasi dan melakukan kekejaman selama pemerintahannya berperang melawan para gerilyawan Shining Path.