Mantan Musuh Jadi Mitra: AS Peluk Suriah demi Stabilitas Timur Tengah

Anton Suhartono
Amerika Serikat mengambil langkah berani dengan merangkul Suriah sebagai mitra baru di Timur Tengah (Foto: Istana Kepresidenan Suriah)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) kini mengambil langkah berani dengan merangkul Suriah sebagai mitra baru di kawasan Timur Tengah. Negara yang selama bertahun-tahun dijatuhi sanksi dan dikucilkan karena tuduhan terorisme itu kini justru diperlakukan sebagai sekutu strategis oleh Washington.

Perubahan sikap ini terlihat jelas saat Presiden AS Donald Trump menerima kunjungan resmi Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa di Gedung Putih, Senin (10/11/2025). Kunjungan tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah hubungan kedua negara sejak Suriah merdeka pada 1940-an.

Trump tak segan memuji Sharaa sebagai pemimpin kuat dan tangguh yang mampu membawa Suriah keluar dari keterpurukan perang. 

“Dia berasal dari lingkungan yang keras, dan dia orang yang keras. Saya menyukainya,” kata Trump, seperti dikutip dari Sputnik.

Lebih dari sekadar basa-basi diplomatik, pertemuan itu menandai perubahan besar dalam strategi AS di Timur Tengah. Trump menegaskan bahwa Washington ingin menjadikan Suriah sebagai bagian dari solusi, bukan sumber masalah.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Lengkap 14 Poin MoU Perjanjian Damai AS-Iran, Untungkan Siapa?

57 tahun lalu

Meja Makan Versailles Jadi Saksi, Donald Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal