“Saya cocok dengannya, presiden baru Suriah, dan kami akan melakukan segala yang kita bisa untuk menjadikan Suriah sukses, karena Suriah bagian penting dari Timur Tengah,” ujar Trump.
Sebagai langkah nyata, AS mencabut sanksi berat terhadap Damaskus, termasuk Undang-Undang Caesar, yang selama ini mengekang ekonomi Suriah. Pencabutan ini juga diikuti oleh dukungan Dewan Keamanan PBB yang secara bulat menyetujui resolusi penghapusan sanksi terhadap Al Sharaa.
Sumber di Gedung Putih menyebut bahwa Washington melihat Damaskus sebagai mitra potensial dalam menjaga stabilitas kawasan, terutama dalam memerangi sisa-sisa jaringan teroris dan menekan pengaruh Iran.
Trump bahkan mengakui peran Israel dalam mendukung proses rekonsiliasi ini.
“Kami bekerja sama dengan Israel untuk menjalin hubungan baik dengan Suriah, menjalin hubungan baik dengan semua pihak, dan itu berhasil dengan luar biasa,” ujarnya.