Mantan Musuh Jadi Mitra: AS Peluk Suriah demi Stabilitas Timur Tengah

Anton Suhartono
Amerika Serikat mengambil langkah berani dengan merangkul Suriah sebagai mitra baru di Timur Tengah (Foto: Istana Kepresidenan Suriah)

“Saya cocok dengannya, presiden baru Suriah, dan kami akan melakukan segala yang kita bisa untuk menjadikan Suriah sukses, karena Suriah bagian penting dari Timur Tengah,” ujar Trump.

Sebagai langkah nyata, AS mencabut sanksi berat terhadap Damaskus, termasuk Undang-Undang Caesar, yang selama ini mengekang ekonomi Suriah. Pencabutan ini juga diikuti oleh dukungan Dewan Keamanan PBB yang secara bulat menyetujui resolusi penghapusan sanksi terhadap Al Sharaa.

Sumber di Gedung Putih menyebut bahwa Washington melihat Damaskus sebagai mitra potensial dalam menjaga stabilitas kawasan, terutama dalam memerangi sisa-sisa jaringan teroris dan menekan pengaruh Iran.

Trump bahkan mengakui peran Israel dalam mendukung proses rekonsiliasi ini. 

“Kami bekerja sama dengan Israel untuk menjalin hubungan baik dengan Suriah, menjalin hubungan baik dengan semua pihak, dan itu berhasil dengan luar biasa,” ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

57 tahun lalu

Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS

57 tahun lalu

Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal