"Apa pun akan dilakukan agar aula tersebut ditinggalkan, sehingga jumlah orangnya sedikit. Ini untuk mengirimkan pesan tidak langsung bahwa sebagian dari kami tidak senang dengan monarki dan kami menginginkan perubahan," kata Suppanat, dikutip dari Reuters.
Universitas Thammasat maupun istana kerajaan belum memberikan komentar terkait boikot mahasiswa.
Tidak jelas berapa banyak mahasiswa Thammasat yang akan mengikuti boikot tersebut.
Mahasiswa lain, Papangkorn Asavapanichakul (24), mengatakan tetap akan hadir karena momen upacara wisuda sangat sayang untuk dilewatkan.
“Saya ingin foto. Ini merupakan acara sekali seumur hidup," tuturnya.