Lagi, Rusia Harus Menanggung Malu karena Gagal Orbitkan Satelit

Anton Suhartono
Roket Zenit membawa satelit komunikasi AngoSat-1 di kosmodrom Baikonur (Foto: AFP)

MOSKOW, iNews.id – Pemerintah Rusia kehilangan satelit komunikasi milik negara Angola setelah diluncurkan pada Selasa 26 Desember 2017. Kremlin masih menyelidiki mengapa satelit komunikasi AngoSat-1 itu gagal masuk orbit.

AngoSat-1 merupakan satelit komunikasi pertama negara Afrika kaya minyak itu yang diluncurkan atas pinjaman dana dari Rusia.

Pada 2009, kedua negara menandatangani kerja sama program antariksa senilai USD280 juta atau sekitar Rp3,7 triliun (kurs saat ini, USD1 = Rp13.348). Jumlah uang itu sudah termasuk pembuatan satelit, peluncurannya, serta pembangunan infrastruktur di pinggiran ibu kota Luanda.

Kesepakatan tersebut dicapai saat Presiden Rusia saat itu Dmitry Medvedev berkunjung ke Angola.

Perusahaan ruang angkasa Rusia yang membuat AngoSat-1, Energia, menyatakan pihaknya kehilangan kontak dengan satelit pada Kamis (28/12/2017). Satelit itu diluncurkan dari kosmodrom di Baikonur menggunakan roket Zenit.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
9 jam lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
21 jam lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
1 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
1 hari lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal