Lagi, Rusia Harus Menanggung Malu karena Gagal Orbitkan Satelit

Anton Suhartono
Roket Zenit membawa satelit komunikasi AngoSat-1 di kosmodrom Baikonur (Foto: AFP)

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan di mana letak kesalahan dari peluncuran satelit tersebut. Dia menyampaikan hal itu setelah didesak wartawan apakah akan ada perombakan di struktur badan antariksa Rusia, Roscosmos, pascakejadian ini atau tidak.

"Situasinya sedang dianalisis," kata Peskov, dikutip dari Reuters.

Ini bukan kali pertama Rusia kehilangan satelit. Pada November lalu, satelit cuaca Meteor M juga raib di angkasa setelah diluncurkan dari kosmodrom Vostochny di Timur Jauh.

Wakil Perdana Menteri Rusia yang juga bertanggung jawab pada program ruang angkasa, Dmitry Rogozin,  mengatakan harga satelit itu mencapai 2,6 miliar rubel atau sekitar Rp602 miliar. Penyebab satelit tak masuk orbit adalah kesalahan pemrograman.

Sebelumnya Rusia pernah gagal mengorbitkan satelit milik badan antariksa dan penerbangan Amerika Serikat, NASA. Namun NASA berhasil terhubung kembali dengan satelitnya setelah hampir dua tahun diluncurkan. Satelit lain yang gagal diorbitkan Rusia adalah milik Kazakhstan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
1 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
1 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
1 hari lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal