Biaya bahan bakar kini diperkirakan menyumbang hampir sepertiga dari total biaya operasional maskapai penerbangan di seluruh dunia.
"Pasokan bahan bakar jet terancam, dan harganya telah meningkat hampir dua kali lipat sejak akhir Februari," tulis IATA dalam laporannya.
Sementara, harga avtur di Amerika Serikat (AS) meningkat tajam menjelang puncak musim perjalanan musim panas. Kenaikan ini dipicu meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang menimbulkan kekhawatiran terhadap gangguan pengiriman energi melalui Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan AS yang dirilis pada Senin, biaya bahan bakar melonjak 78 persen menjadi hampir 6,5 miliar dolar AS pada April 2026, setelah sebelumnya naik 26 persen pada Maret.
Harga bahan bakar per galon (3,78 liter) juga meningkat sebesar 1,81 dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 4,11 dolar AS per galon.