Laba Maskapai Penerbangan Global Diprediksi Anjlok Imbas Lonjakan Harga Avtur 

Aditya Pratama
Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memprediksi laba bersih industri penerbangan turun pada tahun 2026. (Foto: Tim Grafis iNews)

Biaya bahan bakar kini diperkirakan menyumbang hampir sepertiga dari total biaya operasional maskapai penerbangan di seluruh dunia.

"Pasokan bahan bakar jet terancam, dan harganya telah meningkat hampir dua kali lipat sejak akhir Februari," tulis IATA dalam laporannya.

Sementara, harga avtur di Amerika Serikat (AS) meningkat tajam menjelang puncak musim perjalanan musim panas. Kenaikan ini dipicu meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang menimbulkan kekhawatiran terhadap gangguan pengiriman energi melalui Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan AS yang dirilis pada Senin, biaya bahan bakar melonjak 78 persen menjadi hampir 6,5 miliar dolar AS pada April 2026, setelah sebelumnya naik 26 persen pada Maret.

Harga bahan bakar per galon (3,78 liter) juga meningkat sebesar 1,81 dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 4,11 dolar AS per galon.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik usai AS Serang Iran, Pasokan Makin Ketat

57 tahun lalu

Pertamina Turunkan Harga Avtur, Berlaku di Seluruh Bandara Indonesia

57 tahun lalu

Kemenhub bakal Evaluasi Penyesuaian Tarif Tiket Pesawat Imbas Kenaikan Harga Avtur

57 tahun lalu

INACA Desak Revisi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat imbas Kenaikan Avtur-Pelemahan Rupiah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal