Tarif tiket pesawat di Negeri Paman Sam telah melonjak 5,5 persen sejak perang pecah. Kenaikan tersebut terdiri atas 2,7 persen pada Maret dan bertambah 2,8 persen pada April, menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS.
Meski harga bahan bakar melonjak, permintaan perjalanan domestik di AS masih tetap tinggi menjelang musim liburan musim panas. American Automobile Association (AAA) memperkirakan lonjakan perjalanan domestik selama akhir pekan Hari Memorial pada 23-25 Mei, yang secara tidak resmi menandai dimulainya musim panas di AS.
Organisasi tersebut memproyeksikan sekitar 3,6 juta penumpang akan menggunakan penerbangan domestik selama periode tersebut.
Namun, tekanan biaya yang semakin besar mulai mengancam keberlangsungan sejumlah maskapai. Maskapai berbiaya rendah Spirit Airlines menghentikan operasinya pada awal Mei setelah beroperasi selama tiga dekade.
Dalam dokumen pengadilan, Spirit Airlines menyebut lonjakan harga bahan bakar sebagai salah satu penyebab utama kebangkrutannya.
Pada April lalu, CEO United Airlines Scott Kirby mengatakan maskapai yang berbasis di Chicago itu perlu menaikkan harga tiket hingga 20 persen untuk mengimbangi lonjakan biaya operasional.
Pekan lalu, American Airlines juga mengumumkan penghentian sementara sejumlah rute penerbangan akibat kenaikan biaya yang tajam. Beberapa rute yang terdampak mencakup penerbangan lintas benua seperti Charlotte-Sacramento dan Los Angeles-Pittsburgh.