Kremlin Sebut Eropa Sadar Risiko Ukraina Gabung NATO: Timbulkan Masalah Bertahun-tahun

Umaya Khusniah
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. (Foto: Reuters)

"Keanggotaan Ukraina di NATO, tentu saja, adalah salah satu gangguan utama dan akan menjadi masalah potensial selama bertahun-tahun. Rusia akan memastikan kepentingan dan keamanannya. Ini tidak termasuk perluasan NATO dan pendekatan langsungnya ke perbatasan kita," kata Peskov.

Pada Kamis (1/6/2023), Presiden Volodymyr Zelensky mendesak agar Ukraina menjadi bagian dari aliansi militer NATO. Dia juga mendesak aliansi untuk memberikan jaminan keamanan jika keanggotaan Ukraina tidak memungkinkan untuk saat ini.

Kremlin telah lama melihat ekspansi NATO ke Eropa timur sebagai bukti permusuhan Barat terhadap Rusia. Hal itu dijadikan sebagai alasan utama keputusannya untuk mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari 2022, yang memicu konflik terbesar di Eropa sejak akhir Perang Dunia Kedua.

NATO, yang sekarang beranggotakan 31 negara setelah aksesi Finlandia tahun ini mengatakan, itu adalah aliansi pertahanan murni yang tidak menimbulkan ancaman bagi Rusia.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
23 jam lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
1 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
2 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
2 hari lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal