Partai Pekerja yang berkuasa di Korut memeberikan label 'penjahat khusus' kepada pelanggar aturan karantina Covid-19.
Surat kabar berbasis di Korea Selatan (Korsel) yang dikelola para pembelot, Daily NK, menyebutkan, jumlah pelanggar aturan karantina meningkat pesat dalam beberapa pekan terakhir.
Kabar tentang penjara khusus ini datang beberapa pekan setelah pemimpin Korut Kim Jong Un memerintahkan eksekusi mati terhadap seorang pria karena melanggar aturan pembatasan Covid-19.
Pria itu ditembak mati di hadapan warga untuk memberikan efek rasa takut kepada orang lain agar menaati aturan selama pandemi.
Informasi lain mengungkap, Kim, keluarganya, serta beberapa pejabat tinggi sudah mendapatkan vaksin virus corona buatan China.