Korban Tewas Demonstrasi Myanmar Tembus 500 Orang, Militer Gunakan Senjata Kaliber Besar

Anton Suhartono
Korban tewas dalam demonstrasi anti-kudeta Myanmar menembus 500 orang (Foto: Reuters)

Sebagai respons, tiga kelompok etnis, yakni Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar, Tentara Arakan, dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang, mengeluarkan pernyataan bersama mendesak militer untuk berhenti membunuh pengunjuk rasa dan menyelesaikan masalah politik dengan damai.

Jika tidak dipenuhi, mereka akan bekerja sama dengan semua anak bangsa melakukan demi mempertahankan diri.

Pemberontak dari berbagai kelompok etnis sudah berperang dengan pemerintah pusat selama puluhan tahun demi memperjuangkan otonomi lebih luas. Meski banyak kelompok setuju untuk gencatan senjata, pertempuran tetap berkobar dalam beberapa hari terakhir.

Bentrokan besar meletus pada akhir pekan di dekat perbatasan Thailand antara pasukan junta militer dengan pejuang etnis minoritas Persatuan Nasional Karen (KNU).

Akibatnya sekitar 3.000 warga desa melarikan diri ke Thailand untuk menghindari gempuran jet-jet tempur pasukan Myanmar ke daerah-daerah yang dikuasai KNU.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Warga Sipil Terluka Kena Peluru Nyasar di Kampus UNP, TNI AD Turun Tangan

57 tahun lalu

Ngeri! Ledakan Dahsyat Tewaskan 55 Orang di Wilayah Kekuasaan Pemberontak Myanmar

57 tahun lalu

AS Sepakat Jual Senjata Senilai Rp149 Triliun ke Sekutu di Timur Tengah

57 tahun lalu

Memilukan! Komnas HAM Sebut 12 Warga Sipil Tewas di Puncak Papua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal