Seorang warga Dagon Selatan mengatakan suara tembakan masih terdengar hingga malam, menambah kekhawatiran jatuhnya lebih banyak korban.
Dalam unjuk rasa hari ini, demonstran menggunakan taktik baru yakni mempertegas kampanye pembangkangan sipil dengan meminta warga membuang sampah ke persimpangan jalan utama.
"Aksi membuang sampah ini untuk menentang junta," demikian bunyi poster di media sosial, dikutip dari Reuters.
Langkah itu bertentangan dengan panggilan yang disampaikan melalui pengeras suara di beberapa daerah Yangon yang mendesak warga membuang sampah dengan benar.
Sementara itu salah satu kelompok demonstran, Komite Mogok Umum Nasional, mengirim surat terbuka kepada beberapa pasukan etnis minoritas untuk meminta bantuan melawan junta militer.