Korban Tewas Demonstrasi Myanmar Tembus 500 Orang, Militer Gunakan Senjata Kaliber Besar

Anton Suhartono
Korban tewas dalam demonstrasi anti-kudeta Myanmar menembus 500 orang (Foto: Reuters)

Seorang warga Dagon Selatan mengatakan suara tembakan masih terdengar hingga malam, menambah kekhawatiran jatuhnya lebih banyak korban.

Dalam unjuk rasa hari ini, demonstran menggunakan taktik baru yakni mempertegas kampanye pembangkangan sipil dengan meminta warga membuang sampah ke persimpangan jalan utama.

"Aksi membuang sampah ini untuk menentang junta," demikian bunyi poster di media sosial, dikutip dari Reuters.

Langkah itu bertentangan dengan panggilan yang disampaikan melalui pengeras suara di beberapa daerah Yangon yang mendesak warga membuang sampah dengan benar.

Sementara itu salah satu kelompok demonstran, Komite Mogok Umum Nasional, mengirim surat terbuka kepada beberapa pasukan etnis minoritas untuk meminta bantuan melawan junta militer.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Warga Sipil Terluka Kena Peluru Nyasar di Kampus UNP, TNI AD Turun Tangan

57 tahun lalu

Ngeri! Ledakan Dahsyat Tewaskan 55 Orang di Wilayah Kekuasaan Pemberontak Myanmar

57 tahun lalu

AS Sepakat Jual Senjata Senilai Rp149 Triliun ke Sekutu di Timur Tengah

57 tahun lalu

Memilukan! Komnas HAM Sebut 12 Warga Sipil Tewas di Puncak Papua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal