Kisah Pendeta yang Mengaku Gay di Usia 91 Tahun

Nathania Riris Michico
Underhill mengatakan dia merasa nyaman dengan dirinya untuk pertama kali setelah sekian lama. (FOTO: JUSTIN CREEDY SMITH)

"Mengingat kemunafikan otoritas gereja yang terus berlanjut, saya tidak siap untuk mengakui jati diri saya," ujarnya dalam bukunya.

Dia selalu rapuh. Pada satu titik, seorang pembaca awam ditugaskan kepadanya untuk membantunya dalam tugas-tugasnya ketika seorang imam mengancam akan mengeksposnya.

Underhill berdiri teguh, karena dia tidak berpikir lelaki itu punya bukti -hanya kecurigaan.

Dia tidak terungkap -untungnya, karena dia merasa itu terlalu dini, mengingat "kemunafikan otoritas gereja". Ttetapi insiden itu membuatnya tersadar akan kelemahan menyembunyikan homoseksualitasnya: itu dapat digunakan sebagai senjata untuk memeras.

Kebebasan

Buku Underhill tidak membahas tentang keengganan gereja untuk berdamai dengan homoseksualitas.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Heboh Unggahan SUMA UI soal LGBT, UI Tegaskan Bukan Sikap Resmi Kampus

57 tahun lalu

DPR Siap Bahas Aturan Baru untuk Menindak Pelaku dan Pengkampanye LGBT

57 tahun lalu

MUI Usul Hukuman LGBT Lebih Berat daripada Zina, Termasuk bagi Pelaku Kampanye

57 tahun lalu

MUI Desak DPR-Pemerintah Buat Aturan Khusus LGBT, Minta Hukuman Lebih Berat dari Zina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal