Kejamnya Pemberontak Sudan Bunuh 1.500 Orang, Eksekusi Warga di Masjid dan Rumah Sakit

Anton Suhartono
Pemberontak Sudan, Pasukan Dukungan Cepat (RSF), membunuh setidaknya 1.500 warga sipil dalam 3 hari terakhir (Foto: AP)

Mesir menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera dan menjanjikan dukungan berkelanjutan untuk membantu Sudan mengatasi krisis.

Turki menuntut diakhirinya permusuhan di El Fasher dan pembukaan jalur aman bagi bantuan kemanusiaan, sembari mengutuk "kekejaman terhadap warga sipil". Turki juga mendesak dialog untuk solusi damai. 

Qatar turut mengecam pelanggaran mengerikan tersebut dan menyerukan negosiasi untuk mengakhiri konflik.

Para personel RSF berasal dari paramiliter kenamaan yang terkait dengan pemerintah, dikenal sebagai Janjaweed. Mereka sebenarnya telah terlibat praktik genosida selama konflik Darfur pada 2000-an. Amerika Serikat telah menyatakan RSF dan sekutunya melakukan genosida terkait perang sejak 2023.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Masjid di Tangsel Punya Fasilitas Gym Gratis

57 tahun lalu

Parlemen Israel Setujui RUU Larang Kumandang Azan di Masjid-Masjid

57 tahun lalu

Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat

57 tahun lalu

Kemenag Buka Suara soal Heboh Isu Kas Masjid Dikelola Pemerintah

57 tahun lalu

Ledakan Saat Salat Tarawih di Masjid Jember Picu Kepanikan Jemaah hingga Berhamburan Keluar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal