Israel Ngotot Caplok Tepi Barat dari Palestina

Anton Suhartono
Keputusan Israel untuk mengubah status hukum dan sipil Tepi Barat sebagai langkah berbahaya (Foto: AP)

Dawood mengatakan, laju serangan dan pembangunan pemukiman Israel telah mencapai puncaknya sejak perang di Gaza pada Oktober 2023.

“Israel berlomba melawan waktu untuk memaksakan fakta baru di tanah Palestina. Kita berbicara tentang lebih dari 10.000 serangan dilakukan oleh pemukim ilegal, mengakibatkan kematian 36 warga Palestina. Ini mencerminkan skala pemberdayaan pemukim sejak perang Gaza,” katanya.

Dawood juga menyebutkan pembangunan lebih dari 150 pos pemukiman baru sejak perang Gaza.

“Ini berarti bahwa pemukim ilegal telah diberikan semua hak istimewa di Tepi Barat,” tuturnya.

Selama 3 tahun terakhir, pemerintah Israel meninjau rencana pembangunan sekitar 50.000 unit pemukiman di Tepi Barat, di samping penyitaan 60.000 dunam (14.826 hektare) tanah selama perang.

Mahkamah Internasional, dalam putusan penting pada Juli 2024, menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina sebagai tindakan ilegal seraya menyerukan evakuasi semua pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak

57 tahun lalu

Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka

57 tahun lalu

Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal