Israel Bombardir Lebanon saat Gencatan Senjata, Presiden Joseph Aoun Murka

Anton Suhartono
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam keras serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel ke berbagai wilayah Lebanon (Foto: AP)

Sesuai kesepakatan, Israel seharusnya sudah menarik seluruh pasukannya dari Lebanon selatan pada Januari 2025, namun hingga kini masih mempertahankan posisi di lima pos perbatasan.

Lebanon Libatkan UNIFIL dan PBB

Untuk menegakkan keamanan perbatasan, Aoun mengatakan militer Lebanon akan bekerja sama dengan Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) guna mengimplementasikan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701. Resolusi yang disahkan pada 2006 itu menyerukan penghentian total permusuhan antara Hizbullah dan Israel, serta pembentukan zona bebas senjata antara Garis Biru dan Sungai Litani.

“Kami akan mengambil alih seluruh posisi yang kini dipegang UNIFIL secara bertahap hingga akhir 2027,” ujar Aoun.

Lebanon juga tengah berkoordinasi dengan sejumlah negara untuk memastikan stabilitas pasca-penarikan pasukan Israel dan mencegah terulangnya serangan di masa depan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 jam lalu

Rayakan Hari Yahudi, Ribuan Pemukim Ilegal Israel Geruduk Masjid Al Aqsa

4 jam lalu

Pasukan Israel Ditipu Pimpinan, Dikirim Perang dengan Jumlah Personel dan Tank Tak Sesuai Janji

10 jam lalu

Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap

23 jam lalu

AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal