Israel Bombardir Lebanon saat Gencatan Senjata, Presiden Joseph Aoun Murka
Dia menuduh Tel Aviv menggunakan alasan “keamanan” untuk menghancurkan infrastruktur produktif Lebanon.
“Israel berusaha menghancurkan ekonomi Lebanon dengan dalih keamanan palsu. Mereka tidak pernah menghormati perjanjian damai apa pun,” kata Aoun, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (17/10/2025).
Aoun menambahkan, pemerintah Lebanon akan memperkuat kehadiran militernya di wilayah selatan untuk mencegah agresi lebih lanjut.
“Kami akan menambah jumlah pasukan di selatan Sungai Litani menjadi 10.000 personel pada akhir tahun ini,” ujarnya.
Gencatan senjata antara Lebanon dan Israel sebenarnya telah disepakati sejak November 2024, menyusul konflik lintas batas selama setahun penuh yang menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai sekitar 17.000 lainnya.