Dia lalu membahas ancaman tersebut dengan Wakil Presiden JD Vance selaku ketua juru runding AS.
Ghalibaf menegaskan, pernyataan Trump tersebut melanggar nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai yang ditandatangani kedua pihak.
"Saya memberi tahu Vance bahwa kami berada di sini untuk bernegosiasi, bahwa klausul pertama dari MoU yang ditandatangani melarang ancaman dan penggunaan kekerasan. Namun presiden Anda mengeluarkan ancaman hari ini," ujarnya.
"Anda harus paham, kami tidak pernah bernegosiasi di bawah ancaman atau kekerasan."
Setelah itu delegasi Iran mengakhiri pertemuan lalu pergi dan tidak kembali lagi.