Meski demikian dia memahami keinginan AS untuk meningkatkan kehadiran militernya di Kutub Utara. Pasalnya aktivitas militer Rusia dan China juga meningkat di kawasan itu.
"Saya tidak berpikir bahwa kita sedang dalam krisis kebijakan luar negeri. Kami terbuka untuk berdialog dengan Amerika tentang bagaimana bisa bekerja sama lebih erat lagi untuk memastikan bahwa ambisi AS terpenuhi," ujarnya.
Perdana Menteri Egede menegaskan kembali bahwa wilayahnya tidak untuk dijual. Dia juga menegaskan keinginan pemerintah untuk mewujudkan kemerdekaan.
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen tidak bisa membayangkan ambisi Trump termasuk menggunakan kekuatan militer demi merebut Greenland. Jika dibandingkan, Denmark hanya menempatkan empat kapal inspeksi, sebuah pesawat pengintai Challenger, serta patroli kereta luncur anjing.
Menanggapi ancaman Trump yang akan menaikkan tarif masuk terhadap produk Denmark, Frederiksen menjelaskan perang dagang negaranya dengan AS bukan cara yang baik untuk maju.