Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Advertisement . Scroll to see content

Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS

Senin, 22 Juni 2026 - 10:19:00 WIB
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Serangan Israel yang terus berlanjut ke Lebanon berpotensi mengganggu implementasi perjanjian damai antara AS-Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JENEWA, iNews.id - Serangan Israel yang terus berlanjut ke Lebanon dinilai berpotensi mengganggu implementasi perjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang baru diteken pekan lalu. Menanggapi situasi tersebut, Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan pemerintahannya tetap melihat kemajuan besar dalam upaya mempertahankan gencatan senjata di Lebanon.

Vance merespons kekhawatiran terkait pelanggaran gencatan senjata oleh Israel yang masih melancarkan serangan ke Lebanon. Menurut dia, meski serangan masih terjadi, kondisi saat ini tetap lebih baik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya ketika konflik berlangsung jauh lebih intens.

"Hal-hal ini sedikit rumit jika Anda kembali ke seberapa banyak yang terjadi 3 bulan lalu, dan membandingkannya dengan 3 minggu lalu," kata Vance, dikutip dari Anadolu, Senin (22/6/2026).

Dia menambahkan bahwa pemerintah AS melihat kemajuan signifikan selama beberapa hari terakhir dalam memastikan gencatan senjata tetap berlaku di Lebanon, meskipun insiden kekerasan belum sepenuhnya berhenti.

Pernyataan itu disampaikan di tengah laporan serangan Israel yang menewaskan sedikitnya 32 orang dalam sehari di Lebanon. Aksi militer tersebut memicu kekhawatiran bahwa ketegangan regional dapat menghambat implementasi nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai yang ditandatangani AS dan Iran pada 17 Juni lalu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut