Sebagai upaya untuk menghindari gesekan dengan orang-orang Palestina selama pawai, polisi Israel mengalihkan rute untuk mencegah para peserta melewati Gerbang Damaskus. Gerbang itu menjadi pintu masuk utama ke Kawasan Islam Kota Tua Yerusalem yang juga menjadi rumah bagi tempat-tempat suci agama Yahudi, Kristen, dan Islam.
Massa Israel mengambil rute yang lebih pinggiran daripada ke Tembok Barat Yahudi. Mereka menyanyikan lagu-lagu nasionalis yang bergema di gang-gang di kota itu. Para pedagang Palestina telah menutup toko mereka sejak sebelum pawai.
Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid, yang juga mitra utama Perdana Menteri Naftali Bennett dalam koalisi pemerintahan yang baru dibentuk untuk menggulingkan Benjamin Netanyahu, mengutuk teriakan “Matilah orang Arab!” oleh massa pawai.
“Itu bukan Yahudi, dan itu bukan Israel. Itu jelas bukan apa yang dilambangkan oleh bendera kita,” tulis Lapid di Twitter.
Israel, yang menduduki Yerusalem Timur dalam perang 1967 dan kemudian mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak mendapat pengakuan internasional. Israel menganggap seluruh kota bersejarah itu sebagai ibu kotanya. Sementara, Palestina menginginkan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara masa depan yang akan mencakup Tepi Barat dan Gaza.
Bulan lalu, konfrontasi Israel-Palestina di Yerusalem memicu 11 hari pertempuran lintas perbatasan antara Israel dan kelompok militan Hamas yang berkuasa di Gaza.