Sementara itu Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Tammy Bruce menolak berkomentar seraya menyarankan wartawan bertanya langsung ke Gedung Putih.
Trump pun diburu wartawan yang ingin menanyakan perihal tindakan sembrono tersebut.
"Saya tidak tahu apa-apa tentang itu. Saya bukan penggemar berat The Atlantic. Bagi saya, itu adalah majalah yang akan gulung tikar. Saya kira itu bukan majalah hebat, tapi saya tidak tahu apa-apa tentangnya," kata Trump.
Dia kemudian bertanya kepada wartawan seputar kejadian pelanggaran keamanan tersebut.
Setelah mendapat penjelasan, Trump justru balik menuduh orang yang mengungkap cerita tersebut telah melakukan upaya untuk mengganggu operasi militer AS di Yaman.