“Namun, saya tahu 2 jam sebelum bom pertama meledak, serangan itu mungkin akan datang. Alasan saya mengetahui hal ini adalah karena Pete Hegseth, menteri pertahanan, telah mengirimi saya rencana perang melalui pesan pada pukul 11.44.”
Goldberg menerima pesan permintaan bergabung dalam grup di Signal dari seorang pengguna bernama Michael Waltz. Awalnya, dia meragukan bahwa nama Waltz tersebut adalah Penasihat Keamanan Nasional Trump. Namun, tak lama setelah itu dia terkejut masuk dalam grup obrolan bersama 18 pejabat lainnya, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Wakil Presiden JD Vance, dan Hegseth.
"Saya belum pernah melihat pelanggaran seperti ini," tulis Goldberg, seraya menambahkan dia langsung melapor ke Gedung Putih mengenai kebocoran informasi keamanan tingkat tinggi itu, seperti dilaporkan kembali Al Jazeera, Selasa (25/3/2025).
Setelah itu dia keluar dari grup obrolan.
Pemerintahan Trump mengonfirmasi insiden tersebut melalui pernyataan yang dikeluarkan Dewan Keamanan Nasional.
"Saat ini, rangkaian pesan yang dilaporkan tampaknya asli dan kami sedang mengevaluasi bagaimana bisa ada nomor secara tidak sengaja dimasukkan dalam grup tersebut," kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional, Brian Hughes.