Dalam pelarian itu Guilherme menghubungi keluarganya dan memberi tahu akan bunuh diri. Namun, kakaknya berhasil membujuk untuk tidak berbuat nekat. Pelaku lalu menyerahkan diri ke polisi setelah berhasil ditenangkan kakaknya.
Dalam pemeriksaan, Guilherme tak mengungkap secara jelas motifnya membunuh remaja berparas manis itu.
"Saya cuma ingin," ujarnya, seperti dilaporkan kembali The Sun, Kamis (25/2/2021).
Hasil penelusuran lebih lanjut, Guilherme mengeluhkan lelah dengan kehidupannya, tidak punya tujuan apa pun, serta tidak cocok banyak orang.
Guilherme juga mengatakan dia sudah merencanakan kejahatan selama 2 pekan. Dia juga menulis buku setebal 52 halaman yang menjelaskan motif pembunuhan itu. Polisi sudah mendapatkan salinan buku tersebut sebagai bagian dari penyelidikan.