Beberapa perwira senior, seperti Mayor Jenderal Nitzan Alon, diketahui sempat mengingatkan agar operasi dilakukan lebih hati-hati demi mengurangi risiko terhadap nyawa para sandera. Namun suara kehati-hatian itu kalah oleh desakan politik untuk “menunjukkan kemenangan”.
Kabar tewasnya sandera oleh tembakan pasukan sendiri kini memicu kemarahan keluarga korban di Israel. Mereka menuntut penjelasan dari pemerintah dan menuding militer bertindak tanpa perencanaan matang.
“Mereka menjanjikan kami operasi penyelamatan, tapi justru membawa pulang jenazah,” ujar salah seorang kerabat sandera, dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel, Channel 12.
Sementara itu, Hamas menegaskan pihaknya berulang kali memperingatkan Israel agar menghentikan pengeboman membabi buta yang dapat mengancam keselamatan para sandera. Namun seruan itu tidak diindahkan.
Hingga kini, Hamas telah membebaskan 20 sandera hidup dan menyerahkan 10 jenazah kepada Israel. Beberapa jasad sandera lain masih tertimbun reruntuhan bangunan dan terowongan akibat serangan udara brutal.