Netanyahu Ingkar Janji Belum Buka Perbatasan Rafah, Hamas Sebut Israel Fasis

Anton Suhartono
Hamas mengecam keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena belum membuka kembali perbatasan Rafah (Foto: AP)

GAZA, iNews.id - Hamas mengecam keras Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu karena belum membuka kembali perbatasan Rafah yang menjadi jalur utama bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. 

Kelompok perlawanan yang berkuasa di Gaza itu menuding Netanyahu bersikap fasis dan sengaja menghambat proses kemanusiaan untuk keuntungan politik.

Hamas menuding Netanyahu sebgaja mengulur waktu dan gagal memenuhi janji untuk membuka perbatasan Rafah. Penutupan perbatasan itu membuat bantuan kemanusiaan tersendat dan memperburuk penderitaan warga Gaza.

“Keputusan menunda pembukaan pintu Rafah serta membatasi masuknya bantuan kemanusiaan membuktikan fasisme pemerintah Israel,” kata Hamas, dalam pernyataan di Telegram, dikutip Jumat (17/10/2025). 

Mereka menilai Netanyahu menjadikan penderitaan warga Gaza sebagai alat tawar politik di tengah tekanan internasional pascagencatan senjata.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran

57 tahun lalu

Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS

57 tahun lalu

Survei: Sebagian Besar Warga Israel Yakin Netanyahu Gagal dalam Perang Lawan Iran

57 tahun lalu

Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal