10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi
GAZA, iNews.id - Komite Palang Merah Internasional (ICRC) memperingatkan, ribuan warga Gaza yang diyakini terkubur di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel selama perang sejak 7 Oktober 2023 mungkin tidak akan pernah teridentifikasi. Upaya pencarian korban menghadapi hambatan besar, terlebih Israel masih memblokade wilayah kantong tersebut.
Tim penyelamat mengandalkan alat-alat dasar, termasuk sekop, gerobak, cangkul, dan alat penggaruk, serta tangan kosong untuk mencari jenazah yang berada di bawah jutaan ton puing-puing. Permintaan berulang kepada Israel untuk mengizinkan masuknya ekskavator dan alat berat lainnya tidak mendapat persetujuan.
Laporan ICRC mengungkap, operasi pencarian berjalan sangat lambat meski di bawah gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025. Berjalannya waktu meningkatkan kemungkinan jenazah membusuk atau rusak sehingga sulit diidentifikasi.
"Tidak diragukan lagi bahwa jenazah-jenazah ini akan segera sulit diidentifikasi," kata Pat Griffiths, juru bicara ICRC di Yerusalem, seperti dikutip dari The Guardian..
"Semakin lama jenazah terbaring di bawah reruntuhan, semakin besar kemungkinan mereka berada dalam tahap pembusukan lanjut, bahkan menjadi kerangka, ketika akhirnya ditemukan," ujarnya, lagi.