Duterte Rela Turun Jabatan Jadi Wapres Filipina, Sebut Ada Urusan yang Belum Kelar 

Anton Suhartono
Rodrigo Duterte (Foto: Reuters)

MANILA, iNews.id - Presiden FilipinaRodrigo Duterte memberi sinyal akan mengikuti pemilihan umum tahun depan meskipun sebagai wakil presiden. Aturan di Filipina tak memungkinkan presiden menjabat dua periode, melainkan hanya satu untuk masa jabatan 6 tahun. Pemerintahan Duterte akan berakhir pada Juni 2022.

Dia menyebut desakan agar maju sebagai wakil presiden dari partai berkuasa, PDP-Laban, sebagai ide yang bagus.

Menurut Duterte, dia terpanggil untuk maju lagi karena ada urusan yang belum selesai, termasuk perang melawan narkoba di Filipina.

"Ada banyak orang mendorong saya untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden. Itu ide yang bagus, terutama jika kita berbicara tentang masalah narkoba. Saya mengkhawatirkan generasi mendatang," kata Duterte, dalam pidatonya, Rabu (16/6/2021), seperti dilaporkan Reuters.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mendapat izin untuk menggelar penyelidikan atas kematian ribuan orang dalam perang melawan narkoba selama pemerintahan Duterte.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte

57 tahun lalu

Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan Nasional yang Inklusif

57 tahun lalu

Prabowo: Saya Kalah 4 Kali, Tapi Tak Ganggu Pemimpin

57 tahun lalu

Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal