Suhu panas akibat Intifada I mulai mereda lantaran Perjanjian Oslo. Namun, perjanjian itu mendapat penolakan karena salah satu poinnya, masyarakat Israel bisa hidup bebas di Palestina.
Melansir jurnal berjudul ‘Palestina dan Israel: Sejarah, Konflik, dan Masa Depan’ (2015), Perjanjian Oslo tidak sepenuhnya meredakan konflik antara kedua pihak. Pemicunya, masyarakat Israel terus menindas warga Palestina.
2. Gerakan Intifada II (2000-2007)
Intifada kedua pecah mulai tahun 2000. Gelombang kerusuhan terjadi pada September 2000 melibatkan orang Arab di Palestina dan Israel terhadap pasukan Zionis.
Intifada pada intinya merupakan gerakan pembebasan nasional bangsa Palestina atas pendudukan asing.
Secara resmi gerakan Intifada sebenarnya belum berakhir sampai saat ini Namun, hasil KTT Sharm El Sheikh, gencatan senjata dengan Israel yang disetujui Presiden Mahmoud Abbas dan beberapa kelompok perlawanan Palestina mampu menurunkan tingkat kekerasan sepanjang 2005. Momen itulah yang dianggap sebagai akhir dari gerakan ini.