Berpotensi Rusuh, Demonstrasi Mengenang Tewasnya Pria Kulit Hitam di Paris pada 2016 Dilarang

Anton Suhartono
Polisi Paris melarang demonstrasi mengenang tewasnya pria kulit hitam pada 2016 (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Kepolisian Paris, Prancis, melarang demonstrasi mengenang tewasnya pria kulit hitam oleh petugas pada 2016.

Para aktivis Prancis berencana menggelar acara 4 tahun kematian pria bernama Adamo Traore itu, Selasa (2/6/2020).

Polisi tak ingin terjadi kerusuhan sebagaimana terjadi di penjuru Amerika Serikat, terkait pembunuhan pria kulit hitam George Floyd oleh polisi di Minneapolis, Minnesota, pada 25 Mei lalu.

Dalam pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, departemen kepolisian Paris menjelaskan, demonstrasi tersebut berpotensi menimbulkan risiko pelanggaran sosial. Selain itu berkumpulnya massa dalam jumlah besar menyebabkan ancaman kesehatan terkait wabah virus corona.

Setelah kematian Traore pada 2016, Prancis diguncang demonstrasi besar. Traore tewas saat dibawa ke kantor polisi terkait pertengkarang di Val d’Oise, Paris.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Mahasiswa Demo di Kejagung, Desak Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diadili

13 hari lalu

Bersejarah! Prancis dan Suriah Sepakat Buka Kedutaan Lagi setelah 14 Tahun

14 hari lalu

Momen Langka! Shandy Aulia Ketemu Anna Wintour di Dior Haute Couture Paris

14 hari lalu

Hinaan Rasis terhadap Mbappe Berbuntut Panjang, Prancis Gugat Anggota Parlemen Paraguay

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal