Berpotensi Rusuh, Demonstrasi Mengenang Tewasnya Pria Kulit Hitam di Paris pada 2016 Dilarang

Anton Suhartono
Polisi Paris melarang demonstrasi mengenang tewasnya pria kulit hitam pada 2016 (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Kepolisian Paris, Prancis, melarang demonstrasi mengenang tewasnya pria kulit hitam oleh petugas pada 2016.

Para aktivis Prancis berencana menggelar acara 4 tahun kematian pria bernama Adamo Traore itu, Selasa (2/6/2020).

Polisi tak ingin terjadi kerusuhan sebagaimana terjadi di penjuru Amerika Serikat, terkait pembunuhan pria kulit hitam George Floyd oleh polisi di Minneapolis, Minnesota, pada 25 Mei lalu.

Dalam pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, departemen kepolisian Paris menjelaskan, demonstrasi tersebut berpotensi menimbulkan risiko pelanggaran sosial. Selain itu berkumpulnya massa dalam jumlah besar menyebabkan ancaman kesehatan terkait wabah virus corona.

Setelah kematian Traore pada 2016, Prancis diguncang demonstrasi besar. Traore tewas saat dibawa ke kantor polisi terkait pertengkarang di Val d’Oise, Paris.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Negara-Negara Barat Kompak Kecam Israel Serang Lebanon: Hizbullah Akan Semakin Kuat

57 tahun lalu

Istana Bantah Kabar Prabowo bakal ke Italia usai Kunjungi Prancis

57 tahun lalu

PSG Juara Liga Champions, Suporter di Paris Malah Rusuh hingga Bakar Mobil

57 tahun lalu

Prabowo Bawa Pulang Kesepakatan Bisnis Rp61,25 Triliun usai Lawatan ke Prancis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal