Meningkatnya eskalasi di Tepi Barat serta di wilayah-wilayah Israel juga yang menjadi pemicu kemenangan Netanyahu dalam pemilu.
Sementara itu Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken mengungkapkan keprihatinan atas meningkatnya kekerasan. Dia berbincang dengan Perdana Menteri Israel Yair Lapid serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Jumat lalu.
Dalam percakapan dengan keduanya, Blinken meminta pihak berwenang Israel dan Palestina memulai de-eskalasi situasi di Tepi Barat.
"Menlu menggarisbawahi keprihatinannya yang mendalam atas situasi di Tepi Barat, termasuk meningkatnya ketegangan, kekerasan, dan hilangnya nyawa warga Palestina dan Israel, serta menekankan perlunya semua pihak segera meredakan situasi," bunyi pernyataan Departemen Luar Negeri AS.
Dalam percakapan dengan Abbas, Blinken membahas upaya meningkatkan kualitas hidup warga Palestina serta memperkuat keamanan dan kebebasan mereka.
Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengungkap, sepanjang 2022, pasukan keamanan Israel telah membunuh 118 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Para korban termasuk 26 anak-anak dan lima perempuan. Sementara itu, warga Palestina menewaskan empat anggota pasukan keamanan Israel serta seorang penjaga pemukiman Yahudi di Tepi Barat.