AS Masukkan 14 Perusahaan Teknologi China dalam Daftar Hitam Penindasan Muslim Uighur

Anton Suhartono
Kamp pengasingan muslim Uighur di Xinjiang yang disebut China sebagai tempat pelatihan vokasi (Foto: Reuters)

Daftar tersebut juga mencakup delapan entitas yang memfasilitasi ekspor barang-barang AS ke Iran serta enam entitas atas keterlibatan mereka dalam pengadaan komponen elektronik asal AS, kemungkinan sebagai kelanjutan dari program militer Rusia.

Sementara itu China berkali-kali membantah tuduhan genosida serta kerja paksa di Xinjiang. Kebijakan keras atas etnis minoritas ditujukan untuk membasmi separatis dan ekstremis agama yang merencanakan serangan dan menimbulkan ketegangan.

"China akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaan dan menolak upaya AS untuk mencampuri urusan dalam negeri," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Wang Wenbin.

Entitas yang dimasukkan dalam daftar hitam diharuskan meminta izin Departemen Perdagangan dan akan diawasi secara ketat untuk menerima barang dari pemasok AS.

Ini bukan pertama kali AS menargetkan perusahaan China terkait dengan tuduhan aktivitas pengawasan teknologi tinggi di Xinjiang. Pada 2019, pemerintahan Donald Trump menambahkan beberapa perusahaan startup kecerdasan buatan top China ke daftar hitam atas perlakuannya terhadap minoritas muslim.

Departemen Perdagangan saat itu menargetkan 20 biro keamanan publik dan delapan perusahaan China.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

57 tahun lalu

Kuwait Tegaskan Tak Izinkan Negara Mana pun Gunakan Wilayahnya Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal