Aktivis Transgender Peru Lulusan Harvard Tewas di Bali, Kelompok LGBT Gelar Unjuk Rasa

Anton Suhartono
Rodrigo Ventosilla (Foto: Harvard Kennedy School)

LIMA, iNews.id - Aktivis LGBTPeru berunjuk rasa mempertanyakan upaya pemerintah mereka dalam menangani tewasnya aktivis transgender Rodrigo Ventosilla di Indonesia. Rodrigo meninggal saat berada di tahanan Polda Bali awal bulan ini. Dia bersama pasangannya datang ke Bali untuk berbulan madu.

Pria lulusan Universitas Harvard yang juga aktivis hak-hak transgender itu meninggal akibat kegagalan fungsi tubuh. Dia ditahan atas tuduhan kepemilikan ganja.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Peru sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang menegaskan Rodrigo ditahan karena kepemilikan ganja, kejahatan serius di Indonesia. Disebutkan pula kematiannya tak terkait dengan transgender.

Pernyataan kemlu tersebut rupanya tak membuat para aktivis LGBT Peru puas.

"Kami menolak dan mengecam pernyataan kementerian luar negeri," kata seorang aktivis, Luz Manriquez, dalam unjuk rasa di Ibu Kota Lima, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (27/8/2022).

Dia menilai pernyataan pemerintahnya bias karena menerima saja penjelasan dari Indonesia serta tidak menuntut digelarnya penyelidikan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Wamenag Sebut Kurikulum Pencegahan LGBT Diterapkan Mulai Kelas 4 SD

1 hari lalu

Yusril soal Persekusi Transpuan di Bogor: Jangan Main Hakim Sendiri!

6 hari lalu

Budaya LGBT Jadi Ancaman, Pemerintah bakal Batasi Konten untuk Cegah Penyebaran

7 hari lalu

Kemenag Mulai Susun Materi Pendidikan untuk Cegah Penyebaran LGBT di Sekolah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal