Aktivis Transgender Peru Lulusan Harvard Tewas di Bali, Kelompok LGBT Gelar Unjuk Rasa

Anton Suhartono
Rodrigo Ventosilla (Foto: Harvard Kennedy School)

Rodrigo ditangkap petugas bea cukai setelah tiba di Bandara Ngurah Rai pada Sabtu (6/8/2022). Dia tiba di Bali menggunakan pesawat Qatar Airways QR960 sekitar pukul 18.30 Wita. 

Saat menjalani pemeriksaan x-ray, petugas mencurigai barang di koper Rodrigo. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan tiga kue brownies seberat 231,65 gram yang mengandung sediaan narkotika jenis ganja. Pada Senin (8/8/2022) Rodrigo diserahkan ke kepolisian. 

Rodrigo muntah-muntah di ruang tahanan pada malam harinya setelah meminum obat sakit perut yang bukan barang sitaan. Rodrigo lalu dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara. Namun setelah 5,5 jam dirawat, dia masih muntah-muntah hingga mengalami kejang.

Dia lalu dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah namun nyawanya tidak tertolong. Rodrigo dinyatakan meninggal oleh dokter pada Selasa (9/8/2022) sekitar pukul 15.10 Wita.

"Penyebab kematian, sesuai pemeriksaan tim dokter, yaitu kegagalan fungsi tubuh yang menyebabkan gangguan fungsi ginjal dan hati serta susunan saraf sampai ke otak pasien," kata Stefanus.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 jam lalu

Nikah hingga Honeymoon di Satu Tempat Jadi Pilihan Pasangan Muda, Ini Alasannya!

6 jam lalu

Tren Baru Bleisure, Meeting Sambil Healing di Bali

2 hari lalu

Wamenag Sebut Kurikulum Pencegahan LGBT Diterapkan Mulai Kelas 4 SD

2 hari lalu

Yusril soal Persekusi Transpuan di Bogor: Jangan Main Hakim Sendiri!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal