Selain itu, hampir semua negara nuklir, seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China, meningkatkan secara signifikan persenjataan mereka, baik secara ukuran, kemampuan, maupun keduanya.
AS memiliki sekitar 5.400 hulu ledak nuklir, sebanyak 1.744 di antaranya telah dikerahkan dan siap dikirim. Senjata-senjata tersebut disimpan di kapal selam serta silo rudal di bawah tanah di lima negara bagian.
Sisanya ada yang disimpan di pangkalan-pangkalan udara yang juga menjadi rumah pesawat-pesawat pengebom strategis.
AS juga menyimpan senjata nuklirnya di luar negeri. Sekitar 100 bom dikerahkan di pangkalan udara di lima negara Eropa.
Kemampuan destruktif senjata AS sangat beragam. Senjata paling kuat, B83, memiliki daya hancur lebih dari 80 kali daripada bom yang dijatuhkan di Hiroshima. Sementara senjata terkecil memiliki hasil ledakan hanya 2 persen dari B83.
Rusia memiliki sekitar 6.000 hulu ledak, sebanyak 1.584 di antaranya telah dikerahkan. Jika senjata nuklir AS dan Rusia digabung, jumlahnya sudah mencakup lebih dari 90 persen dari total secara global.