7 Fakta Kudeta Myanmar, dari Tuduhan Pemilu Curang sampai Ancaman Sanksi AS

Anton Suhartono
Militer Myanmar menjaga balai kota Yangon setelah mengambil alih kekuasaan dari Aung San Suu Kyi (Foto: Reuters)

Beberapa jam setelah menculik Suu Kyi serta pejabat lain, militer mengumumkan keadaan darurat nasional selama setahun dan mengambil alih kekuasaan. Panglima Angkatan Bersenjata Min Aung Hlaing diangkat menjadi pemimpin Myanmar.

Pada Senin malam, Myanmar mengumumkan 11 menteri baru yang menggantikan semua anggota kabinet Suu Kyi. Mereka terdiri dari jenderal aktif, mantan perwira, serta mantan penasihat pemerintah sebelumnya.

4. Aung San Suu Kyi serukan warga tolak kudeta

Setelah pengambilalihan kekuasaan oleh militer, pemimpin NLD Win Htein merilis pernyataan yang dibuat Suu Kyi sebelum dirinya ditangkap. Isu kudeta sudah santer terdengar pekan lalu setelah pejabat militer mengancam akan mengambil tindakan tegas jika tuduhan kecurangan pemilu tak direspons dengan tegas.

Dalam pernyataan itu Suu Kyi meminta warga untuk menolak dan memprotes kudeta karena hanya akan mengembalikan negara di bawah kediktatoran militer.

"Tindakan yang dilakukan militer ini merupakan aksi untuk mengembalikan negara di bawah kediktatoran," bunyi pernyataan atas nama Suu Kyi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

57 tahun lalu

Ngeri! Ledakan Dahsyat Tewaskan 55 Orang di Wilayah Kekuasaan Pemberontak Myanmar

57 tahun lalu

Kapal Tenggelam di Laut Andaman, 250 Pengungsi Muslim Rohingya Hilang

57 tahun lalu

Pemimpin Kudeta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing Terpilih Jadi Presiden

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal