7 Fakta Kudeta Myanmar, dari Tuduhan Pemilu Curang sampai Ancaman Sanksi AS

Anton Suhartono
Militer Myanmar menjaga balai kota Yangon setelah mengambil alih kekuasaan dari Aung San Suu Kyi (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Militer Myanmar mengambil alih kekuasaan pemerintah dari pemimpin Aung San Suu Kyi pada Senin (1/2/2021), setelah negara itu mengalami ketegangan politik. 

Memanasnya situasi politik di Myanmar dipicu tuduhan kecurangan pemilu pada November 2020 yang dimenangkan secara telak oleh partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Berikut tujuh fakta kudeta Aung San Suu Kyi:

1. Perseturuan Partai NLD dan militer

Partai NLD memenangkan pemilu pada Novemner 2020. Hasil penghitungan yang diumumkan komisi pemilihan umum (UEC) menunjukkan, NLD merebut 346 kursi, lebih dari 50 persen dari jumlah total kursi parlemen.

"Rakyat jelas menyadari bahwa NLD perlu mendapat cukup suara untuk membentuk pemerintahan sendiri," kata juru bicara NLD Myo Nyunt, saat itu seraya mengklaim kondisi ini akan membantu meredam konflik politik di Myanmar.

Sementara itu pihak oposisi yang berpihak kepada militer, Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP), hanya mendapatkan 25 kursi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

57 tahun lalu

Ngeri! Ledakan Dahsyat Tewaskan 55 Orang di Wilayah Kekuasaan Pemberontak Myanmar

57 tahun lalu

Kapal Tenggelam di Laut Andaman, 250 Pengungsi Muslim Rohingya Hilang

57 tahun lalu

Pemimpin Kudeta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing Terpilih Jadi Presiden

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal