4 Pemimpin Hamas Paling Dicari Israel saat Ini, Ada yang Diracuni tapi Selamat

Anton Suhartono
Cut Mutia Fahira
Pemimpin Hamas paling dicari Israel saat ini, salah satunya Khaled Meshal (Foto: Anadolu)

3. Marwan Issa

Serupa dengan kasus Deif, Hamas belum mengonfirmasi Marwan Issa, wakil komandan Brigade Al Qassam, terbunuh dalam serangan udara Israel pada Maret 2024. Informasi itu datang dari Gedung Putih.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan Issa telah dibunuh oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam serangan di terowongan di bawah kamp pengungsi Nuseirat.

Issa juga dikenal sebagai shadow man dan dipandang sebagai tangan kanan Deif.

Dia masuk dalam daftar pemimpin Hamas paling dicari Israel dan terluka dalam percobaan pembunuhan pada 2006.

Israel menangkapnya selama gerakan Intifada I yang berlangsung 5 tahun.

Otoritas Palestina yang berkuasa di Tepi Barat juga pernah menangkapnya pada 1997, namun dibebaskan setelah gerakan Intifada II pada 2000.

Jet-jet tempur Israel pernah mengebom rumahnya dua kali serangan ke Gaza pada 2014 dan 2021. Serangan itu menewaskan saudara-saudaranya.

4. Khaled Meshal

Pemimpin Hamas paling dicari Israel berikutnya adalah Khaled Meshal yang juga salah satu pendiri kelompok perlawanan tersebut. Di bawah instruksi langsung Netanyahu, Mossad berusaha membunuh Meshal pada 1997 saat tinggal di Yordania,

Agen Mossad memasuki Yordania menggunakan paspor Kanada palsu kemudian menyuntik Meshal dengan zat beracun saat berjalan-jalan. Namun otoritas Yordania sigap dan mengetahui upaya pembunuhan itu kemudian menangkap dua anggota Mossad.

Raja Hussein, penguasa Yordania, saat itu meminta PM Israel untuk memberikan penawar racun bagi zat yang disuntikkan ke Meshal. Di bawah tekanan Presiden AS saat itu, Bill Clinton, Netanyahu akhirnya memberikan penawar racun setelah awalnya menolak permintaan tersebut.

Meshal merupakan kepala biro politik Hamas di Gaza sebelum diganti oleh Haniyeh.

Hamas memilih Haniyeh untuk menggantikan Meshal pada 2017, sementara Meshal menjadi kepala biro politik Hamas di luar negeri. Namun jabatan itu diserahkan ke Haniyeh sampai dia terbunuh di Teheran pada 31 Juli.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Israel Dukung Serang Iran jika Negosiasi Nuklir dengan AS Buntu

Nasional
13 jam lalu

PBNU Sebut Iuran Rp16,9 Triliun di Dewan Perdamaian Bentukan Trump untuk Bangun Gaza

Nasional
1 hari lalu

Prabowo Putuskan Gabung Board of Peace, Menag Ingat Perjanjian yang Diteken Rasulullah

Nasional
1 hari lalu

DPR Buka Suara usai RI Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal