Bikin Khawatir, Ahli Ungkap Fakta Hantavirus Tak Terlalu Berisiko di Area Terbuka
JAKARTA, iNews.id - Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono mengungkapkan penyebaran virus Hanta dinilai tidak terlalu berisiko apabila terjadi di lingkungan terbuka seperti area permukiman masyarakat. Menurutnya, tingkat penularan virus tersebut relatif minim dibandingkan di ruang tertutup.
Pandu menjelaskan, seseorang yang terpapar virus Hanta umumnya hanya mengalami gejala ringan menyerupai flu apabila kondisi imunitas tubuhnya tidak cukup baik. Bahkan, sebagian besar penderita dapat pulih dengan sendirinya tanpa penanganan khusus.
“Kalau orang itu nggak cukup bagus imunitasnya, kemungkinan dia akan mengalami gejala seperti flu, gitu. Tapi pada umumnya sih nggak berat, jadi bisa sembuh sendiri. Nah kalau virusnya nggak, nggak bisa diobati karena antivirus itu nggak ada. Jadi istirahat, perbaikan umum, kalau panas diobati panasnya,” kata Pandu saat dihubungi iNews Media Group, Jumat (8/5/2026).
Dia menegaskan, risiko penularan virus Hanta dari tikus ke manusia di lingkungan terbuka jauh lebih rendah dibandingkan di area tertutup. Pandu pun menyinggung kasus virus Hanta yang sempat terjadi di kapal pesiar MV Hondius di Tanjung Verde beberapa waktu lalu.
Bukan Kasus Baru: Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus dalam 3 Tahun di Indonesia, 3 Orang Meninggal
“Nah, kejadian di kapal itu kan area yang sangat tertutup. Kalau di kehidupan kita kan terbuka, lebih tidak beresiko. Kalau di kapal seperti itu selama berhari-hari, bisa banyak yang kena dalam satu kapal itu. Sehingga terjadi kayak outbreak (wabah atau kejadian luar biasa),” jelas dia.