20 Orang Tewas Terinjak-injak saat Kebaktian di Gereja Tanzania

Nathania Riris Michico
Boniface Mwamposa, yang dikenal di antara para pengikutnya sebagai pendiri Arise and Shine Ministries Tanzania, menuangkan minyak suci ke tanah dan menyebabkan kekisruhan. (FOTO: doc. Tribune.net/AFP)

Simbachawene mengatakan bahwa pengkhotbah itu memulai dengan memanggil kerumunan yang penuh sesak untuk meletakkan kaki mereka di tempat dia menuangkan minyak suci.

"Ini adalah kata-kata yang menyebabkan kematian ini," kata Simbachawene.

"Dia harus menjawabnya."

Kepala polisi Tanzania Simon Sirro, yang mengonfirmasi jumlah 20 orang yang tewas, mengatakan penyelidikan sedang berlangsung atas insiden tersebut.

Tujuh orang lainnya ditangkap di Moshi, tempat insiden terjadi.

Sirro juga mengatakan polisi juga akan melihat bagaimana organisasi gereja menangani acara kerumunan skala besar seperti itu secara umum.

Presiden John Magufuli mengeluarkan pernyataan berduka atas kematian 20 orang di Moshi, serta 20 lainnya yang tewas akibat banjir di wilayah Lindi, Tanzania, pekan ini.

"Saya sangat menyesal atas kematian warga Tanzania ini dalam dua peristiwa," kata Magufuli.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menag Tegaskan Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Tak Boleh Terulang

57 tahun lalu

Polda Metro Jaya Amankan 860 Gereja saat Peringatan Kenaikan Yesus Kristus

57 tahun lalu

Polda Metro Jamin Misa Kenaikan Yesus Kristus Aman, 860 Gereja Dijaga Personel

57 tahun lalu

Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan Paskah di Gereja Santo Yoseph, Pastikan Ibadah Berjalan Aman dan Tertib

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal