20 Orang Tewas Terinjak-injak saat Kebaktian di Gereja Tanzania

Nathania Riris Michico
Boniface Mwamposa, yang dikenal di antara para pengikutnya sebagai pendiri Arise and Shine Ministries Tanzania, menuangkan minyak suci ke tanah dan menyebabkan kekisruhan. (FOTO: doc. Tribune.net/AFP)

DAR ES SALAAM, iNews.id - Sebanyak 20 orang di Tanzania terinjak-injak hingga tewas dalam kebaktian di gereja Kristen evangelis terbuka di utara negara itu.

Komisioner distrik di Kota Moshi, Kippi Warioba, mengaku khawatir jumlah orang yang meninggal bisa meningkat dalam insiden yang terjadi Sabtu (1/3/2020).

"Sejauh ini, 20 orang tewas, tetapi jumlah korban jiwa bisa bertambah karena ada juga yang terluka," kata Warioba, kepada AFP, Senin (3/2/2020).

Setidaknya 16 orang lainnya terluka dalam insiden itu.

Tragedi itu terjadi ketika kerumunan jemaat menghadiri kebaktian doa pada Sabtu yang dipimpin oleh pengkhotbah populer, Boniface Mwamposa. Mwamposa mengepalai Arise and Shine Ministry Tanzania.

Penyerbuan itu terjadi ketika Mwamposa, yang menyebut dirinya "Rasul", menuangkan minyak suci di tanah, lalu kerumunan orang bergerak ke arah dia untuk menyentuhnya dengan harapan disembuhkan dari penyakit.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menag Tegaskan Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Tak Boleh Terulang

57 tahun lalu

Polda Metro Jaya Amankan 860 Gereja saat Peringatan Kenaikan Yesus Kristus

57 tahun lalu

Polda Metro Jamin Misa Kenaikan Yesus Kristus Aman, 860 Gereja Dijaga Personel

57 tahun lalu

Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan Paskah di Gereja Santo Yoseph, Pastikan Ibadah Berjalan Aman dan Tertib

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal