20 Orang Tewas Terinjak-injak saat Kebaktian di Gereja Tanzania

Nathania Riris Michico
Boniface Mwamposa, yang dikenal di antara para pengikutnya sebagai pendiri Arise and Shine Ministries Tanzania, menuangkan minyak suci ke tanah dan menyebabkan kekisruhan. (FOTO: doc. Tribune.net/AFP)

"Rasul Boniface Mwamposa menuangkan minyak urapan suci di tanah," kata seorang saksi mata, Jennifer Temu, kepada AFP.

"Puluhan orang segera terseret dan diinjak-injak, dan beberapa meninggal. Kami menghitung 20 orang tewas -tetapi ada juga yang terluka."

"Itu mengerikan, orang-orang menginjak-injak tanpa ampun, saling berdesakan dengan siku," kata saksi lain, Peter Kilewo.

"Rasanya seakan pengkhotbah melemparkan banyak uang dan ada banyak yang mati!"

Mwamposa, sang pengkhotbah, melarikan diri dari lokasi kejadian setelah kekisruhan itu. Polisi mengimbau dalam sebuah siaran di televisi nasional agar dia menyerahkan dirinya.

Pendeta itu ditangkap di kota pelabuhan Dar es Salaam pada Minggu (2/2/2020).

"Boniface Mwamposa berusaha melarikan diri setelah kejadian ini, tetapi ketika saya berbicara, dia ada di tangan polisi," ujar Menteri Dalam Negeri George Simbachawene.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menag Tegaskan Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Tak Boleh Terulang

57 tahun lalu

Polda Metro Jaya Amankan 860 Gereja saat Peringatan Kenaikan Yesus Kristus

57 tahun lalu

Polda Metro Jamin Misa Kenaikan Yesus Kristus Aman, 860 Gereja Dijaga Personel

57 tahun lalu

Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan Paskah di Gereja Santo Yoseph, Pastikan Ibadah Berjalan Aman dan Tertib

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal