Bahkan hingga tahun 2021 lalu, kasus Penembakan Spa Atlanta yang menewaskan 8 orang ternyata dilakukan atas motif rasial. Belum lagi kasus penembakan Jacob Blake dan tewasnya George Floyd 2020 oleh oknum polisi kulit putih. Kasus tersebut menggemparkan dunia dan menjadi isu rasial paling fenomenal di beberapa tahun terakhir.
Rasisme yang terjadi di Ukraina memang sedikit berbeda dengan di Amerika. Jika Amerika sering dikritik dunia atas kasus diskriminasi warna kulit, Ukraina lebih kepada etnis minoritas dan orang-orang LGBT. Human Right Watch mencatat bahwa serangan kebencian terhadap etnis minoritas biasanya dilakukan oleh individu dan organisasi sayap kanan.
Negara Yahudi yang telah lama berseteru dengan Palestina ini termasuk negara paling rasis di dunia. Pada tahun 2018, parlemen Israel bahkan telah mengesahkan Undang-Undang Dasar atau Konstitusi yang menegaskan bahwa Israel adalah "negara bangsa orang-orang Yahudi" dan bahasa Ibrani sebagai bahasa resmi negara.
Konstitusi yang berlandaskan satu kelompok atau ras khusus itu adalah bukti nyata bahwa Israel merupakan negara yang tergolong rasis. Undang-undang tersebut telah menimbulkan kekhawatiran internasional, dengan banyak orang Arab dan Palestina melihatnya sebagai provokasi.
Myanmar pada dasarnya merupakan negara yang multietnis dan telah mengakui 100 kelompok etnis. Meski begitu, salah satu negara anggota ASEAN itu kental dengan rasisme yang berkepanjangan sejak masa silam.