"Ada keretakan besar dalam masyarakat ini. Ini bukan masyarakat tunggal. Ini adalah sekelompok orang-orang berbeda yang secara artifisial disatukan. Jadi, keretakan telah terjadi selama beberapa dekade," ujarnya.
Dia mencontohkan demonstrasi, termasuk soal reformasi peradilan pada 2023 serta unjuk rasa besar-besaran menuntut pembebasan sandera di Gaza yang masih berlangsung sampai saat ini. Ada kelompok masyarakat Israel yang menuntut perubahan guna mempertahankan status mereka.
“Dan kita melihat pita perekat itu semakin lemah, terutama karena segmen yang memprotes sekarang adalah yang paling istimewa," tuturnya.
Dia juga mencermati dukungan yang meluas terhadap kekerasan sadis terhadap warga Palestina di kalangan masyarakat Israel. Kondisi itu justru menambah perpecahan internal.
“Keretakannya jelas, masyarakat ini terkoyak. Bahkan orang-orang dalam masyarakat yang tidak setuju saling menyebut pengkhianat dan terlibat dalam perkelahian lalu terlibat dalam perpecahan sangat dalam yang hampir tidak bisa dijembatani,” ujarnya.