Satu faksi percaya bahwa serangan 7 Oktober adalah harga yang harus dibayar oleh Palestina serta untuk mengawali era penebusan di mana warganya harus dihancurkan, dibersihkan secara etnis, dan diusir secara permanen dari tanah mereka.
Namun ada kelompok lain, terutama dari kalangan yang berpikiran maju, berpikir sebaliknya. Perpecahan mengenai sikap terhadap warga Palestina juga terjadi di pemerintahan.
Hal senada disampaikan Miko Peled, seorang aktivis dan penulis keturunan Israel-Amerika, Israel masih dalam keadaan kacau setelah serangan 7 Oktober 2023 yang juga menandai serangan negara Yahudi itu ke Gaza.
"Penegakan hukum kacau, sistem peradilan, badan legislatif kacau total. Pemerintah, tentara, maksud saya, ada semacam disfungsi total di semua bidang negara. Negara dalam kondisi lumpuh atau hampir lumpuh,” kata Peled, seraya menegaskan fungsi negara terdampak sangat parah.
Cucu dari Avraham Katznelson, salah satu pendiri Israel, itu juga yakin masyarakat Israel tidak pernah kohesif karena hanya disatukan oleh selotip sejak awal.